Halo Sobat Sleadie, kali ini kami ingin memberitahukan bahwa pada hari senin tanggal 29 Oktober 2018 yang lalu di SMP Strada Slamet Riyadi ada kegiatan yang berkaitan dengan peringatan Sumpah Pemuda, Hari Pangan Sedunia dan Bulan Bahasa.

Pagi harinya setelah bell tanda masuk berbunyi, para siswa beserta guru dan karyawan SD / SMP Strada Slamet Riyadi berkumpul di lapangan untuk upacara bendara dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda. Dalam amanat yang diberikan oleh Bapak Kepala Sekolah SD Strada Slamet Riyadi, F. Heri Prasetyo, S.Pd, kita diingatkan kembali peran penting pemuda dalam perjuangan untuk mencapai kemerdekaan dan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam mencapai kemerdekaan itu. Bangsa Indonesia yang semula berjuang di daerahnya masing – masing akhirnya bersatu padu berjuang melawan penjajahan hingga akhirnya berhasil memperoleh kemerdekaan. Nah bagaimana peran generasi muda saat ini? Itulah yang menjadi pertanyaan selanjutnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan lomba masakan khas Indonesia dan makan bersama. Selain untuk memupuk kebersamaan dan menambah keakraban di antara guru, karyawan, dan siswa, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajak siswa SMP Strada Slamet Riyadi mengenal dan menghargai kuliner Indonesia. Banyak makanan Indonesia yang lezat dan bergizi. Ada brongkos dari Jawa Tengah, ayam betutu dari Bali, nasi uduk dari Betawi dan masih banyak yang lainnya.

Setelah itu ada beberapa kegiatan lomba yang berkaitan dengan Bulan Bahasa dan bertemakan Keragaman budaya Indonesia. Lomba – lomba itu diantaranya :

  1. Lomba Debat Tim Bahasa Indonesia
  2. Lomba debat ini dilakukan oleh dua tim, dimana tiap timnya terdiri dari 3 siswa, yang pro dan kontra terhadap suatu tema yang diangkat dalam perdebatan itu, misalnya kebebasan berpendapat. Setiap tim, baik yang pro dengan kebebasan berpendapat atau yang kontra dengannya, akan menyajikan argumennya terlebih dahulu, setelah itu masing – masing tim akan diberikan kesempatan untuk bertanya, memberikan sanggahan, kritik atau saran kepada tim lawan, dan pada akhirnya masing -masing tim akan memberikan pandangan akhir terhadap tema yang diangkat pada perdebatan itu. Oke sobat. Jadi kita boleh saling berbeda pendapat tetapi tidak untuk menjadikannya perselisihan apalagi perkelahian lebih baik kita duduk untuk membicarakannya.

  3. Lomba Berbalas Pantun
  4. Tiap kelas mengirimkan 10 siswa atau siswi sebagai perwakilan kelas. Tiap peserta membuat pantun dalam waktu 1 menit yang berhubungan dengan pantun yang diberikan pihak lawan (atau tema) untuk membalasnya. Bila tim tidak dapat menjawab maka nilai keseluruhan tim akan dikurangi 5 poin. Pantun harus bersih dari unsur sara, kasar, diskriminasi.

  5. Lomba Membuat Cerpen
  6. Tiap kelas mengirimkan 1 siswa sebagai perwakilan kelas. Peserta membuat cerpen dalam waktu 120 menit (2 jam) yang berhubungan dengan kebhinekaan di Indonesia. Peserta akan membuatnya di kertas folio bergaris 2 lembar bolak – balik. Yang menjadi kriteria penilaiannya adalah kesesuaian dengan tema, alur cerita yang menarik, kerapihan, dan kebersihan.

  7. Lomba Musikalisasi Puisi
  8. Tiap kelas mengirimkan 1 orang pembaca puisi dan pengiring yang terdiri dari 4 orang pengiring dan 2 orang penyanyi. Setiap peserta diberikan waktu 10 menit untuk menampilkan puisi yang telah dibuat dan diiringi musik. Puisi dan nyanyian yang ditampilkan harus sesuai tema. Keperluan alat musik (bebas) disediakan secara mandiri oleh peserta. Keyboard disiapkan oleh sekolah.

  9. Lomba Membuat Mading
  10. Tiap perwakilan kelas terdiri dari 5 orang. Alat dan bahan disiapkan sendiri oleh peserta. Dilarang untuk menyalin, menjiplak, menyontek karya orang lain. Waktu untuk mengerjakan mading 120 menit. Harus menggunakan 50% barang bekas (koran, tutup botol, dll) 50% bahan bebas (origami, buffalo, dll)

Sebarkan artikel ini