
Bulan September adalah bulan kitab suci nasional. Di bulan ini kita sebagai umat Allah diingatkan agar kita dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan sabda-sabda Tuhan. Di bulan September ini kita diajak untuk mendengarkan sabda Tuhan melalui membaca kitab suci. Di setiap keluarga, lingkungan, bahkan sekolah katolik khususnya, bulan September akan digunakan untuk kegiatan ibadat pendalaman kitab suci. Di SMP Strada Slamet Riyadi pun begitu. Sebagai salah satu sekolah katolik, SMP Strada Slamet Riyadi juga melakukan ibadat kitab suci. Ibadat pembukaan Kitab Suci Nasional dilaksanakan Rabu, 3 September 2020. Karena masih pandemi covid-19, ibadat dilaksanakan secara online melalui zoom masing-masing kelas. Bapak Ibu guru wali kelas menunjuk petugas ibadat di kelas masing-masing. Pelaksanaan ibadat pkl.07.00 sampai 07.30 WIB.
Tema bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) adalah “Menjadi Saudara yang Adil di Masa Pandemi”. Wabah virus corona telah memakan banyak sekali korban. Dampaknya bisa dirasakan mulai dari orang yang terjangkit, anak-anak, remaja, sampai orang dewasa. Yang menjadi pertanyaan kita sebagai orang beriman adalah tindakan apa yang harus kita lakukan untuk menolong sesama, meski keadaan kita sendiri pun tidaklah terlalu baik? Jawabannya bisa kita temukan dalam Doa Bapa Kami. Dalam bacaan kitab suci tanggal 3 September 2020 mengajak kita semua untuk berdoa yang diajarkan Tuhan Yesus sendiri yaitu Doa Bapa Kami.
Doa Bapa Kami dalam Injil Matius adalah bagian dari kotbah Yesus di atas bukit (Matius 5-7). Scott Hahn dalam bukunya “Understanding Our Father”, mengatakan bahwa dalam tiga bab itu berisi satu hal yang tidak akan kita temui dalam Matius 1-4, yaitu gambaran Allah sebagai Bapa. Yesus menyebut Allah sebagai Bapa dalam kotbah-Nya sebanyak tujuh belas kali. Karena itu, tidaklah mengherankan jika sapaan ‘Bapa kami’ digunakan oleh Yesus ketika mengajarkan murid-murid-Nya tentang hal berdoa. Dalam doa Bapa Kami, setiap umat beriman diajak untuk membangun relasi yang erat dan mendalam dengan Allah yang kita panggil dengan sapaan “Bapa”. Doa Bapa Kami sekaligus juga menyadarkan setiap umat beriman kristiani bahwa dirinya dan juga sesamanya adalah anak-anak dari Allah yang sama. Kalau demikian, kita semua bisa disebut sebagai saudara, karena kita adalah anak-anak dari Bapa yang sama. Dengan menggunakan kata “kami”, setiap dari kita diajak untuk berdoa dalam kesatuan dengan umat yang lain. Dalam pengajaran tentang hal berdoa dalam Mat 6:5-8, Tuhan Yesus mengharapkan agar para pengikut-Nya menghindari hal-hal seperti di bawah ini:
- Memiliki sikap munafik.
- Tidak mengenal pribadi yang kita sapa dalam doa.
Di bulan kitab Suci Nasional ini semoga kita semakin memahami apa yang diajarkan Allah kepada kita melalui kitab suci. Di masa pandemi corona ini kita diajarkan untuk selalu berbagi walaupun hal yang paling sederhana.
Recent Comments